Biografi Tjokorda Raka Tisnu Pragina - Sangging & Undagi Puri Saren Kangin Singapadu

Pustaka Ekspresi

Buku ini saya tulis dengan tujuan utama untuk mendokumentasikan kisah pengembaraan seni yang sungguh menarik dan unik dari Tjokorda Raka Tisnu, seorang seniman multi talenta, dari Puri Saren Kangin, Puri Agung Singapadu. Selaku penulis saya merasa bahwa kisah-kisah seperti ini perlu diungkap agar bisa dijadikan cermin dan bahan Pelajaran terutama oleh para seniman muda agar mereka bisa lebih siap, secara mental dan morak, dalam melakukan pengembaraan mereka di jagat seni.

Tjokorda Raka Tisnu, seniman yang saya angkat dalam tulisan ini, adalah seorang teman baik, seorang pragina handal dan sangging hebat, yang dalam kiprahnya di jagat seni telah melewati berbagai rintangan yang sungguh tidak ringan. Lahir dan dibesarkan di keluarga seniman di Puri Saren Kangin Singapadu, hidup dan berkembang di sebuah desa yang memiliki kehidupan seni yang sangat kuat, sejak kecil Tjokorda Raka Tisnu telah berkenalan dan bergaul dengan berbagai jenis kesenian, dari seni pertunjukan hingga seni rupa dan kriya.

Tulisan ini dirangsang oleh biografi Tjokorda Raka Tisnu yang saya tulis untuk profil penerima Penghargaan Parama Satya Citra Kara tahun 2025, dari Bupati Gianyar, atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Gianyar. Sungguh di luar dugaan saya, bahwa selama mengumpulkan materi tulisan ini saya diceritakan banyak kisah dan keluh kesah yang saya menarik terkait dengan pengembaraan seni yang dialami oleh Tjokorda Raka Tisnu, dari sejak masa kecil hingga memasuki usia tua seperti sekarang. Kisah-kisah ini sekaligus mengungkit kenangan masa lalu saya, bersama Tjokorda Raka Tisnu, terutama selama berjuang dan berkiprah di jagat seni. Sungguh sayang, jika cerita dan kisah-kisah menarik seperti ini tidak direkam ke dalam sebuah tulisan. Akhirnya, atas persetuajuan Tjokorda Raka Tisnu dan keluarga, saya tuangkan semuanya itu ke dalam buka biografi seperti yang sampai ke hadapan para pembaca.


TAGS :

I Wayan Dibia

I Wayan Dibia, guru besar purna bakti Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar kelahiran Desa Singapadu-Gianyar. Pelaku, pengamat, penulis, dan pencipta seni pertunjukan, ia telah berguru dengan sejumlah empu untuk memperdalam seni pertunjukan Bali. Ia memperoleh gelar Seniman (setingkat) Sarjana Tari (SST) dari Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Yogyakarta pada tahun 1984, gelar M.A. di bidang tari tahun 1992 dan gelar Ph.D di bidang seni pertunjukan Asia Tenggara, keduanya dari University of California, Los Angeles (UCLA), Amerika Serikat.

Komentar