Puisi-Puisi Sudarmono

  • By Sudarmono
  • 21 Agustus 2025
pixabay

KOTA BERSERAH SEJARAH

 

Kota yang bertumbuh berkembang

menjadi penyangga ibukota negara

biar saja rinduku tumbuh

seperti bunga liar di taman

indah adalah kata sepakat

ketika siap hadir pada saatnya

wilayahmu yang selalu hujan

kini beringsut panas dan padat.

 

Menuju domisili mu Buitenzorg

menjadi peristiwa sejarah negeri ini

Kebun raya, Prasasti Batutulis, Gunung Pancer

kunjungan para petinggi negara sahabat

mengokohkan warga bermartabat

beriringan dengan sejarah lama

Tarumanegara hingga Sunda Pajajaran

penobatan Prabu Siliwangi sebagai hari jadi.

seperti nilai kemerdekaan

dukung semangat tegak pengawalan

kibaran bendera kebangsaan

harus digemakan di gegap masa

selamat hari jadi Bogor ke 543

 

Magelang, 20 Mei 2025

 

ARAH PERJALANAN

 

Subuh dinihari aku bersiap

dari daerah di timur Jakarta

menuju kotamu naik kereta

sampailah disana disambut ceria

sahabat yang sedang berhelat

di selatan ibu kota negara Bogor namanya

mari segera kita duduk

menghormati saling menunduk

tidak ada garang dan terjang

selalu bertumpu pada asal usul

 

Kita sedang bersiap ber acara

merapatkan barisan dan mengelola

perjalanan dinamika kekinian

kontemplasi kesenian atau kebudayaan

kawan mari kita berkhalwat

menjadi kalimat biasa bermakna

segala cerita simpanlah di hati

jangan lah sejarah musnah keberkahan nya

karena ulah para penguasa

membelokkan ke hal hal tak terduga.

 

Magelang 21 Mei 2025

 

ABJAD KOTA INDAH

 

Berkembangnya kota wilayah

Orang akan berdatangan

Geliat kehidupan 24 jam

Orang-orang mengasah diri

Representasi sampaikan fikiran

Indahnya Bogor mewakili warga

Namamu tujuan wisata dunia

Dalam memori penuh kenangan

Akan selalu hadir dan berlanjut

Hingga kesohor sebutan kota hujan.

 

Magelang, 22 Mei 2025

 

DUKA MENDALAM BUAT KORUPSI

 

Merdeka, apakah artinya

lalu Presiden kemana berada

lembaga anti rasuah tutup mata

sejak digaungkan dilarang korupsi

hingga kalang kabut gelisah

tah luput masyarakat sebagai warganegara

sedih karena hanya berita

perilaku korupsi susah diberantas

mengalir menjadi naluri

adagium homo homini lopus

manusia memakan manusia

 

Waktu ke hari hari terus membayang

tak percaya pada keseriusannya

kematian nurani antar manusia

sisi moralitas bisa bercerita

sayang negeri ini sungguh malang

banyak pejabat menjemput mimpi

korupsi uang negara dikurasnya

menjerat para menteri dan jajarannya.

 

Magelang, 10 Mei 2025

 

BERITA KORUPSI DARI PUSAT

 

Indek penurunan korupsi meningkat

berita dari Jakarta ke wilayah daerah

selalu terdengar dan sudah biasa

koruptor tertangkap tangan

terendus kinerja komisi pemberantasan korupsi

para pelaku nampak biasa saja, bahkan tersenyum tak ada rasa malu dan sesal dari lubuk hatinya.

 

Ternyata ada kesempatan yang terbuka, dibenak kepalanya

para pejabat publik dari berbagai instansi yang mengurus lembaga negara

mengatasnamakan nilai proyek, sosial kemanusiaan dipelintir disetir mencari keuntungan pribadi

menjadi sukarelawan dan pencari order menyusup dalam tender tender proyek

banyak pejabat tinggi terindikasi pelaku mega korupsi, tetapi tidak ditanggulangi dengan hukuman mati, agar efek jera dan tidak terulangi lagi.

 

Magelang, 11 Mei 2025


TAGS :

Sudarmono

Sudarmono lahir di Bantul Yogyakarta 1963. Menyelesaikan pendidikan S1 Fakultas Hukum Universitas Atmajaya, Yogyakarta. Penyair, penulis, dan penyuka sastra dan kebudayaan. Sekarang menjadi founder atau mengelola Taman Bacaan Masyarakat/TBM Ruang Jiwa di Muntilan Magelang. Tulisan puisinya banyak dibukukan diterbitkan oleh Komunitas Sastra di Indonesia antara lain Gambang Semarang, Para Penuai Makna, Para Penyintas Makna, Kartini dalam Puisi, Kaffein Ruang dan Kreativitas, Jakarta dan Betawi 3 Titimangsa Lahirnya Peradaban Bangsa, Plengkung Yogyakarta dalam Sajak, Angkatan Milenial, Wasiat Botinglangi, dan lain sebagainya. Email sudarmonosastrajiwa@gmail.com.

Komentar