Kesalahan Penulisan "Disini" Menjadi "Di Sini" dalam Penulisan Papan Pengumuman Publik

  • By Dewa Ayu Chintya Dwi Mahayani
  • 21 Juni 2026
Penulisan "Disini" yang keliru pada spanduk pengumuman.

Kesalahan ejaan pada papan pengumuman publik masih sering ditemukan, salah satunya adalah penulisan "disini" yang seharusnya "di sini". Berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), kata depan "di" yang menunjukkan keterangan tempat wajib ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, sehingga bentuk yang baku adalah "di sini", bukan "disini".

Kesalahan ini umumnya terjadi karena penulis menyamakan "di" sebagai kata depan dengan "di-" sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif, seperti pada "dilarang" atau "dibuang" yang memang ditulis serangkai. Padahal keduanya memiliki fungsi gramatikal yang berbeda: "di" kata depan menunjukkan tempat, sedangkan "di-" awalan membentuk makna pasif pada kata kerja.

Dampak kesalahan ini tidak bisa dianggap sepele. Papan publik dibaca oleh banyak kalangan, termasuk anak-anak yang sedang belajar berbahasa. Apabila bentuk yang salah terus dibiarkan, masyarakat akan menganggapnya sebagai hal yang wajar sehingga semakin sulit diluruskan. Oleh karena itu, setiap tulisan di ruang publik seharusnya menjadi contoh penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, demi menjaga kualitas bahasa sekaligus menghargai para pembaca.


TAGS :

Dewa Ayu Chintya Dwi Mahayani

Dewa Ayu Chintya Dwi Mahayani, lahir di Denpasar, 8 Desember 2004. Saat ini, merupakan mahasiswa semester 6 Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Aktif mengikuti organisasi kampus, yaitu Senat Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni. Pernah menjabat sebagai Sekretaris di Senat Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni. 

Komentar