Bojog Ayu Mancing Tumpek, Pupulan Satua Cutet Olih I Kadek Putra Agustina

  • By I Made Sugianto
  • 29 Juni 2026
cover Bojog Ayu Mancing Tumpek

Kumpulan satua cutet (cerpen berbahasa Bali) ini berisi delapan cerita. Masing-masing Kena Uluk-uluk, Pangésan, Kumangmang, Bojog Ayu, Ulungin Bulan, Mancing Tumpék, Dulang, dan Léak Lemahan. Kebanyakan tema yang diangkat tentang cerita misteri atau horor. Pangésan menceritakan sebuah alat pengupas kelapa yang terbuat dari pohon kelapa menjadi rebutan para penekun ilmu hitam. Pemilik alat itu selalu dibuat penasaran karena pada hari-hari tertentu utamanya Kliwon, pangesan miliknya hilang. Saat dibuntuti ternyata pangesan itu dicuri oleh penekun ilmu hitam atau para leak. Bahasa yang digunakan oleh penulis yakni kapara sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Kumangmang, Bojog Ayu, Mancing Tumpek, dan Leak Lemahan juga berkisah tentang leak.

Kisah politik, terwakilkan dengan cerper berjudul Kena Uluk-uluk. Seperti yang kita ketahui setiap pemilihan umum bermunculan calon pemimpin yang umbar janji. Setelah terpilih dan dilantik, janji tinggallah janji. Cerpen asmara dikemas dengan indah melalui satua cutet berjudul Ulungin Bulan dan Dulang. Penulis, I Kadek Putra Agustina, menjaga cerpen-cerpennya agar senantiasa kuat memikat para pembacanya. Pilihan bahasa yang familiar di kalangan anak muda menjadikan kekuatan tersendiri dalam karya-karyanya. Anak muda - yang bahasa Balinya belum fasih pun - akan mudah memahami cerpen-cerpen pada antologi Bojog Ayu Mancing Tumpek.  


TAGS :

I Made Sugianto

I Made Sugianto lahir di Banjar Lodalang, 19 April 1979 bertepatan Wraspati Wage Sungsang (Sugian Jawa). Kini istirahat sejenak dari pekerjaan sebagai wartawan NusaBali untuk mengbadi sebagai Kepala Desa di tanah kelahirannya, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan.

Komentar