Gadis yang Bercerita pada Bulan Cerpen: Gede Aries Pidrawan
- By Gde Aries Pidrawan
- 27 Oktober 2025
MENJADI kebiasaan Rani bila malam tiba, bersama sepeda mini ia terseok memanjati bukit, mencari batu pipih secepatnya, duduk di situ, mendongak, menca...
DI rumah baru itu, pintu, jendela, perabotan, plafon, tembok, sudah tampak usang seperti rumah yang tak terawat. Memang rumah itu, lama tak dihuni. Ng...
SUCI, anak perempuan cantik dan ceria itu kini duduk sendirian di bangku paling pojok. Sementara waktu istirahat sekolah baru saja dimulai berapa meni...
DI MATAKU kulihat kuburan. Dulu mungkin tanahnya lembap. Tapi tanah retak dengan hiasan bunga-bunga kamboja yang mengering seperti bercerita lain. Hen...
MALAM ini angin terasa sedikit lebih dingin dari pada malam kemarin. Di langit bulan dan bintang-bintang menampakkan cerah cahayanya. Malam yang menga...
“MAS, jadi pulang?” Aku bertanya dengan sedikit terkejut. Kemarin ia menyatakan mau pulang sore itu. Sedangkan malam ini, masih berada di ...
Kulkul bulus kayu jati Mapinda karang Cina Cai tulus ngemasin mati Mabekel surudan pratima SUDAH dapat dipastikan, yang melantu...
Malam yang dingin sisa hujan di Tulungagung, melukis bayangan ketakutan akan masa depan. Masa depan yang penuh misteri, sebab masa depan di luar kuasa...
Sahila, sudah dua hari ini dia mengurung diri di kamar. Ia menahan sakit di bagian mata sebelah kiri. Menutupi sakitnya, mencoba untuk tidak bersuara....
Cerpen: AG Pramono RUMAHNYA penuh dengan lukisan. Sebagai pengantin baru, Sukat harus lebih jarang meninggalkan rumah. Lelaki berper...
Masih pagi, suara orang-orang yang bergunjing itu sudah seperti sarang lebah yang siap dipanen. Aku bekerja di sebuah bank, kerjaku sebagai admin di b...
DUA sosok manusia, sebut saja namanya Lelaki dan Perempuan. Mereka tak menyangka, setelah bertahun-tahun berpisah akhirnya bertemu kembali di suatu te...
LANTARAN memukul orang hingga terluka di bagian pelipis, lelaki yang sudah tidak muda lagi itu dilaporkan ke pihak berwajib. Tentu lelaki itu ditangka...
“TENG... teng... teng”. Bel sekolah berbunyi. Aku sedikit berlari menuju ruangan kelas. Ternyata aku tak sendirian terlambat. Pagi itu ...
TANGANNYA menjulur mengambil helai daun yang terjatuh dibawa angin. Lalu ia menatapnya. Terlintas dalam pikiran, daun saja coraknya warna warni. Ada m...
Dalam kehidupan ini ada banyak kejadian yang tidak terduga yang terkadang menimpa kita. Seperti itulah yang aku rasakan pada tahun ini, kejadian yang ...
PEREMPUAN setengah baya berdandan. Baju kebaya dipadukan kamben batik bermotif kembang kuning. Diselipkannya sehelai bunga cempaka putih di rambut yan...
GADIS itu mendesah, “Setahun yang lalu, aku juga duduk di sini? Malam ini juga di sini. Tak ada yang baru di sani.” Suara terompet saling ...
LANGSE tersingkap. Perempuan mulai meliukkan badannya seirama bunyi gamelan. Jemari sejajar digetarkan. Gelung di kepala berhias bunga kamboja da...
“AYAH kenapa membagi cinta? Apa cinta ibu tidak cukup buat ayah? Apa yang ayah kejar di kehidupan ini? Jangan salahkan ibu meninggalkan kam...